Posted on Leave a comment

9 Tips dan Trik Mendapatkan Beasiswa LPDP

PK-69

Halo, teman – teman semua?!

Apakah kalian termasuk calon awardee LPDP? Kudoakan semoga kalian yang ingin menjadi awardee dapat menjalani semua tahap pendaftaran dengan lancar. Aamiin. Nah, jika kalian baru banget nih nyari – nyari semua tips dan trik mendapatkan beasiswa LPDP, kalian berada di blog yang tepat.

Perkenalkan, saya Siti Nur Alfath, Awardee LPDP, PK-69 Balin Bahari tahun 2016 batch 1.

Di sini saya akan mengupas semua yang terkait dengan proses mendapatkan beasiswa tersebut. Silakan disimak ya.

jargon kekinian untuk awardee

1. Niat karena mencari ilmu

Murnikan niat teman – teman semua untuk mencari ilmu. Bukan karena kebutuhan pekerjaan, bukan karena gelar, dan bukan untuk kebanggaan.

Karena pada dasarnya, mencari ilmu di S2 merupakan langkah yang perlu diputuskan secara matang. Dimana pendalaman keilmuan yang nantinya akan didapatkan tidak semudah ketika S1.

Dari pengalaman saya kuliah S2, lebih hectic dibandingkan dengan S1. Dimana beban antara belajar, riset, dan publikasi begitu ketat. Jadi perlu dipikirkan matang – matang ya. Lalu, perlu diingat bahwa beasiswa LPDP merupakan beasiswa yang tanggung jawabnya begitu mendalam. Ini uang rakyat Indonesia yang perlu dipertanggungjawabkan. Sehingga ketika sudah selesai kuliah nantinya bisa kembali berkontribusi bagi masyarakat Indonesia.

2. Siap mandiri dalam mencari informasi terkait beasiswa LPDP

Warning! Jangan bertanya sebelum mencari informasinya terlebih dahulu.

Ya, ini adalah kunci utama ketika teman – teman ingin mendaftar beasiswa LPDP. Saya rasa, tidak terlalu sulit. Karena informasi tentang beasiswa LPDP sudah lengkap di web official LPDP.

Apalagi sekarang sudah sangat banyak yang memberikan ulasan tentang beasiswa ini, jadi untuk mendapatkan informasi tidak menjadi suatu permasalahan tersendiri. Yang jelas, percayalah pada penjelasan yang tertulis di web official tersebut atau di media sosial resmi LPDP (instagram LPDP).

Kalau masih belum puas dan masih mengalami kendala, kalian bisa langsung meminta bantuan melalui web official di layanan bantuan pendaftar beasiswa. Di sana sudah tertera banyak FAQ yang bisa kalian baca – baca terlebih dahulu sebelum menanyakan kendala yang teman – teman hadapi.

3. Pelajari persyaratan pendaftaran beasiswa LPDP

Hal yang sering luput dalam proses pendaftaran adalah terlalu fokus dan khawatir pada kekurangan diri. Malah lupa untuk upgrade diri pada poin – poin yang menjadi persyaratan beasiswa ini.

Semisal IPK mepet 3.00. Justru merasa bahwa, “Sepertinya gak mungkin keterima deh, IPK ku mepet”. No! Jangan berasumsi terlebih dahulu. Telah jelas bahwa syarat IPK untuk bisa mendaftar beasiswa LPDP adalah 3.00. Jadi selama IPK >3.00, tidak masalah walaupun itu 3.14 (seperti saya ^.~).

Fokuslah pada persyaratan lainnya, yang bisa membuat teman – teman menjadi orang terpilih dari ribuan orang yang mendaftar. Ibarat magnet, medan magnet teman – teman itu lebih kuat dibandingkan yang lainnya. Dengan cara apa? lihatlah potensi diri teman – teman sendiri. Dari potensi yang ada, teman – teman harus paham bahwa apa yang akan teman – teman lakukan di kemudian hari dengan adanya beasiswa tersebut.

“Paham akan potensi diri. Paham bahwa apakah dengan kuliah lanjut teman – teman bisa berkontribusi lebih banyak?”

Eh… jadi nyerempet ke isi essay persyaratan di jaman saya. Iya, waktu itu saya diminta untuk membuat essay tentang diri dan kontribusi untuk Indonesia.

Selain itu, upgrade kemampuan lainnya juga ya seperti Bahasa Inggris, TPA, dan lain – lain. Intinya pelajari semua persyaratan yang diminta. Saat ini saya belum tahu pasti syarat – syarat pendaftarannya apa saja. Silakan teman – teman cek sendiri ke laman officialnya ya.

oleh - oleh PK LPDP
Oleh – oleh Persiapan Keberangkatan PK-69 LPDP RI

4. Siapkan semua persyaratan dengan matang

Luangkan waktu untuk menyiapkan semua persyaratannya. Jangan lupa, buatlah ceklist daftar persyaratannya. Sehingga tidak ada yang terlupa atau tertinggal ketika akan mengupload persyaratan tersebut di laman pendaftaran.

Saya dulu mendaftar beasiswa ini 2x. Yang pertama ketika 2015 batch 2 dan yang terakhir di 2016 batch 1. Pada pendaftaran yang pertama gagal di wawancara. Saya sudah menyiapkan pendaftaran beasiswa ini beberapa bulan sebelumnya. Terutama essay, beberapa kali rombak. Tapi tidak masalah buat saya karena essay ini mengikuti perubahan juga. Di selaraskan dengan kegiatan saya saat itu. Apalagi pas pendaftaran kedua, essay perlu dirombak lagi. Jadi memang sangat memerlukan waktu khusus untuk menyiapkan beasiswa ini.

Termasuk surat – surat keterangan yang perlu dilampirkan, perlu perjuangan untuk membuatnya. Kalau merasa lelah, ingatlah bahwa yang sudah lolos beasiswa inipun telah melewati rasa lelah itu. 🙂

5. Gali informasi dari awardee (orang – orang yang sudah lolos beasiswa LPDP)

Setelah dirasa semua persayaratan sudah beres, jangan buru – buru upload. Cek kembali, sembari teman – teman mencari tahu tips dan trik lolos beasiswa LPDP dari awardee LPDP. Awardee itu merupakan orang – orang yang sudah dinyatakan diterima/ lolos beasiswa ini, termasuk saya. hehe… (narsis dikit.. wkwk).

Biasanya teman – teman akan mendapatkan berbagai macam tips. Mulai dari bagaimana melewati tahap – tahap tes nya sampai harus pakai baju warna apa ketika wawancara. Dulu saya cukup kaget juga ketika berselancar di banyak blog awardee. Memang benar, banyak yang mengulas warna baju ini. Tahukah teman – teman warna baju apa yang recommended dipakai ketika wawancara? BIRU! ya warna biru. Teman – teman silakan ulik sendiri, filosofi warna biru ini. ^.~

Di blog lama saya, saya sudah mengulas tentang proses yang saya alami ketika melewati tahap demi tahap seleksi beasiswa LPDP ini. Teman – teman bisa membuka di sini. Walaupun seleksinya sekarang sudah agak berbeda ya, tapi gapapa kalau teman – teman mau memperluas wawasan tentang seleksi pada waktu itu (2016) melalui tulisan saya.

Penanggungjawab PK
Pak Kamil

6. Upload persyaratan jauh – jauh hari sebelum waktu pendaftaran berakhir

Nah, kalau teman – teman sudah yakin semua persyaratan lengkap, maka tinggal mengupload semua berkas tersebut.

Dulu saya membuat akun pendaftaran 1 tahun sebelumnya, lalu memperhatikan secara detail apa saja yang diperlukan. Sehingga ketika sudah ada jadwal pendaftaran, saya tinggal mengupload satu demi satu berkas pendaftaran. Hingga di waktu tertentu sudah lengkap, saya submit semuanya. Ingat, sekali klik tombol SUBMIT maka tidak bisa diedit kembali. Jadi, teman – teman harus memperhatikan dengan baik ketika masuk di laman pendaftaran tersebut. Agar jari kita tidak salah klik sebelum persyaratan lengkap.

Usahakan ketika submit, maksimal H-3. Soalnya seringkali saat H-1 server sangat sibuk. Untuk bisa masuk ke akun saja sudah sangat bersyukur. Eh, semoga saat ini sudah lancar selalu ya servernya. hihi…

#Pengalaman saya ketika dulu submit berkas pendaftaran (kesempatan kedua) adalah beberapa menit sebelum pendaftaran ditutup. Jadi benar – benar bikin dag dig dug.. sudah was – was juga kalau tiba – tiba server crowded. hihihi… Makanya saya menyarankan teman – teman tidak melakukan seperti apa yang telah saya alami. Ya, itu pengalaman yang tak terlupakan. Seingat saya, mepet gitu karena ada banyak urusan di hari – hari tersebut, sampai – sampai urusan ke RS pun 1 hari sebelumnya. OMG! >.<

7. Mohon doa restu orang tua

Satu hal terbesar sebelum melakukan pendaftaran adalah minta doa restu pada orang tua.

Saya gagal di pendaftaran yang pertama, salah satunya adalah karena restu ibu yang belum turun 100%. Ya, pada saat itu ibu saya sudah membolehkan, namun ternyata setelah di selidiki lagi beliau masih belum rela anaknya pergi untuk kuliah. Dari peristiwa ini, saya mempunyai kenangan yang teramat penting untuk tidak dilupakan. InsyaAllah saya akan menuliskannya di postingan tersendiri di sini.

8. Jangan lupa bersedekah sebelum tes

Teman semasa wawancara di Bandung pernah mengajarkan bahwa, “Bersedekahlah ketika akan melakukan sesuatu”. Dalam hal ini, saat perjalanan menuju tempat tes. Sungguh, saya tersentak ketika dia mengajak saya bersedekah waktu itu. Bukan masalah pamrih atau tidaknya ketika bersedekah, itu urusan hati masing – masing. Yang pasti, dengan bersedekah membuat hati lebih tersadarkan kembali bahwa hal yang akan kita lakukan adalah menuntut ilmu, mencari beasiswa untuk menuntut ilmu, semua didasari bahwa ini perintah Allah, kembalinya pun kepada Allah. Segala prosesnya pun Allah yang berkehendak. Jadi di atas semua usaha yang telah kita lakukan baliknya ke Allah.

Bersedekah bisa membuat hati lebih plong, lebih lega. Harapannya bisa membuat setiap proses selama tes bisa dilakukan dengan lancar, tanpa ada hambatan.

9. Setelah usaha yang optimal, pasrahkan hasilnya sama Allah SWT

Allah Maha Berkehendak. Setiap usaha manusia, ujung – ujungnya Allah yang memberikan hasilnya. Maka pasrahlah kepada-Nya atas setiap ikhtiar yang sudah kita lakukan.

Satu pelajaran ketika saya gagal wawancara saat pendaftaran beasiswa LPDP di tahun 2015 adalah “Tetaplah rendah hati, pede boleh tapi jangan over”. Dulu, saya merasa saking pedenya untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Lupa, sampai – sampai saat wawancara memunculkan emosi untuk bersikukuh dengan interviewer saat itu. (Tersulut, kesel juga si karena nilai BK saat S1 itu kan jelek ya, lha dibahaslah sama beliau, jadi ya gitu deh, kekeuhnya muncul. Berasa luka lama muncul kembali. Emang dosen waktu itu tu terkenal sulit banget. Ya kalau ditanya mengapa nilai jelek ya nggak tahu, walaupun udah seoptimal mungkin mengikuti arahan dosen, duh..cukup ya.. huhu). Habis wawancara saya tidak menangis. Malah heboh dengan teman – teman yang lain. Setidaknya untuk tidak terlalu sedih ketika hasil wawancara diumumkan. wkwkwk… alibi..

Sedangkan saat pendaftaran yang kedua di Bandung. Alhamdulillah berhasil. Padahal saat wawancara sayanya nangis – nangis. Vocab banyak yang lupa ketika berbicara pakai Bahasa Inggris, udah hopeless sebenarnya. Tapi hati sudah pasrah lebih plong apapun nanti hasilnya, “Kalau rezekinya aku dapat beasiswa, insyaAllah tetap dapat.” Apalagi saya mencoba kedua kalinya karena ingat dengan amanah dari ibu sebelum meninggal. Jadi bawaannya benar – benar pasrah.

Yap, itulah 9 tips dan trik lolos beasiswa LPDP dari saya buat teman – teman semua. Semoga bermanfaat.

Oya, jangan lupa share juga ya postingan ini buat teman – teman yang lain. ^^ Terima kasih

sebagai awardee