Posted on 1 Comment

Apa beda WordPress.com dengan WordPress.org?

for featured image

Hai, kembali lagi di tulisan saya tentang WordPress. Nah, kali ini saya akan menjelaskan tentang perbedaan WordPress.com dengan WordPress.org.

Mungkin sampai saat ini ada teman – teman yang belum mengetahui tentang keduanya. Tahunya ya paling WordPress saja. Jujur, saya juga baru tahu secara detail tentang keduanya ya baru akhir – akhir ini. Jadi saya memutuskan untuk sharing ke teman – teman semua.

Mari kita bahas satu persatu.

Apa itu WordPress.com?

WordPress.com merupakan situs penyedia domain dan hosting gratis yang dengan mudah bisa kita gunakan untuk membuat blog. Sangat direkomendasikan untuk pemula. Jadi kalau teman – teman masih newbie ya cocok untuk mulai blogging via WordPress.com ini. Hanya saja alamat url yang dipakai tidak bisa custom, seperti https://sitinuralfath.wordpress.com. Selalu ada .wordpress.com di belakang nama domain teman – teman.

Bagaimana cara mempunyai blog di WordPress.com ini?

Teman – teman bisa registrasi akun dulu di sini. Panduan membuat blog di WordPress.com bagi pemula akan saya tuliskan setelah postingan ini.

Okey?

Apabila teman – teman ingin mempunyai nama domain.com atau menghilangkan .wordpress.com di belakang nama domain yang sekarang, maka teman – teman harus upgrade ke Personal ataupun Premium terlebih dahulu.

Nah, kalau ingin dimonetasi (biar dapat gaji dari Google..hihi) teman – teman wajib upgrade-nya ke Premium. Selain itu, teman – teman juga bisa membuat blog dengan menggunakan WordPress.org dimana domain dan hosting kita beli dari pihak penyedia hosting lainnya.

Tampilan WordPress.com
WordPress.com

Apa itu WordPress.org?

WordPress.org merupakan open source software untuk membuat web ataupun blog. Software ini bisa diunduh dan diupload ke server yang kita punya (atau beli saja ke penyedia hosting, biar mudah). Ada banyak penyedia hosting juga yang memberi kemudahan instalasi WordPress.org ini. Jadi kita tidak perlu unduh dari WordPress.org. Tinggal pilih penyedia hosting yang mendukung WordPress.

Kalau membuat blog dengan cara ini, teman – teman perlu banyak mengumpulkan informasi bagaimana cara membuatnya. Mulai dari beli domain, beli hosting, dan menghubungkan domain dan hosting tersebut. Banyak pengaturan yang perlu di lakukan, jadi harus benar – benar mau nyoba dari awal.

Tapi kelebihannya adalah teman – teman bisa install – install plugin yang dibutuhkan dengan bebas, banyak yang free lho. Plus langsung bisa dimonetasi asalkan memenuhi persyaratan dari Google Adsense.

Tampilan WordPress.org
WordPress.org

Simpulan

Baik WordPress.com ataupun WordPress.org ada kelebihan dan kekurangannya.

Kalau budget tidak ada ya pilihlah yang gratisan di WorPress.com. Di sini pas banget kalau teman – teman cuma ingin menyalurkan hobby menulis tanpa pikir masalah monetasi.

Kalau untuk bisnis, jelas harus ada budget. Banyak penyedia jasa hosting yang memberikan domain gratis dan hosting murah. Boleh search aja di Google. hehe… saya belum mau promosi. Atau upgrade saja blog WordPress.com ke Premium supaya bisa lebih banyak fitur yang akan dipakai dan dimonetasi. Untuk masalah perbandingan harganya sepertinya lebih murah cari domain dan hosting sendiri. Cuma ya gitu, kualitas saya belum tahu. Sampai saat ini saya masih pakai domain dan hosting sendiri. Belum punya budget lebih untuk merasakan upgrade domain dan hosting di WordPress.com.

Oke, selamat mencoba!

Posted on 2 Comments

Menjadi Seorang Blogger?

blogger featured image

Halo semua! Selamat datang di tulisan pertama saya. Kali ini saya ingin menceritakan tentang awal mula saya mendedikasikan diri menjadi seorang blogger dan set up blog baru di sini.

Berawal dari hobby menulis

(Ya walaupun belum sampai menghasilkan buku hehe….)

Hobby menulis saya sedari kecil. Paling hanya ditorehkan ke buku diary. Lambat laun ketika memasuki dunia perkuliahan, akses internet di kampus semakin mudah dan akhirnya tertarik ke salah satu platform blog seperti Blogger dan WordPress. Saya menulis di dua platform tersebut sampai sekarang (yang versi gratisan ya.. hehe).

Nah, singkat cerita saya ingin membuat tulisan di kedua blog tersebut lebih rapi. Karena kontennya sudah cukup banyak, jadi saya perlu mencari cara lain. Akhirnya, saya memutuskan untuk re-write tulisan – tulisan saya di blog sebelumnya di blog baru. Tentunya dengan menambahkan tulisan – tulisan terbaru juga.

Mengapa saya melakukan ini?

Setelah saya melakukan ‘blog walking‘ ke beberapa blog lainnya, sepertinya saya perlu merubah blog saya. Saya merasakan keanehan dengan blog saya. Yang niche nya berantakan, ga menjual banget, dan yaa secara tampilan masih general karena memakai platform gratisan. Seperti gak Inung banget, hehe.. Iyaa saya suka yang lebih mencerminkan diri saya. Dan ketika di platform gratisan, kreasinya memang terbatas. Jadi di tahun ini saya mencoba untuk membuat blog baru yang menampilkan tulisan – tulisan saya secara lebih terorganisir.

Selain itu, saya juga mencoba untuk lebih serius di dunia blogger ini. Khususnya menjadi blogger, copywriter dan ngulik dalemnya WordPress. Semacam challenge juga si untuk diri sendiri. Karena mau gak mau harus mempunyai spesifikasi skill yang mendalam. Kurasa, skill menulis ini yang memang lebih ingin saya kembangkan. Terlepas dari basic keilmuan saya di bidang fisika.

Blogger menjadi penghasilan

Saya merasa curious terhadap blogger – blogger luar negeri. Mereka bisa menghasilkan uang dari rumah dan tetap menjadi ibu serta istri yang siap sedia ketika dibutuhkan keluarga. Kan saya jadi lebih exciting gitu. Pun ketika melihat suami saya adalah seorang programmer, maka menjadi blogger adalah salah satu pilihan buat saya untuk tetap eksis walaupun di rumah saja.

Dulu saya membayangkan bahwa sebagai seorang blogger ya sekedar menulis secara sukarela tanpa ada penghasilan. Namun, setelah banyak menggali lebih dalam, blogger juga bisa menjadi pekerjaan yang dapat menghasilkan uang.

Kalau teman – teman ingin tahu, dari mana sajakah uang yang bisa didapatkan sebagai blogger? Sebenarnya ada banyak cara, seperti memasang iklan, menjadi reseller suatu produk, affiliate marketing, dan masih banyak cara lainnya. Memang konsen utama para blogger pemula biasanya memasang iklan. Tapi ada beberapa blogger juga yang tak sukses dari cara tersebut. Akhirnya mereka banyak lari ke personal branding untuk menawarkan jasa atau bisa juga ke bisnis lainnya.

Setelah menjadi pengguna Blogger dan WordPress selama 11 tahun ini, saya mendapatkan job menulis pertama pada tahun 2015. Kalau dihitung saat itu ya berarti setelah 6 tahun menjadi penulis blog. Iya, blog saya sebelumnya menjadi portofolio saya. Bahwa saya telah terbiasa menulis. Hal ini sangat berguna ketika saya mendaftar sebagai seorang freelancer writer untuk tim menulis lokal. Memang dari pekerjaan tersebut belum menghasilkan banyak uang seperti blogger – blogger luar negeri. Namun, saya cukup mendapatkan banyak pengalaman menulis ketika apply sebagai freelancer writer saat itu.

Buat teman – teman blogger pemula

Sekedar saran untuk teman – teman blogger pemula. Bagi yang mau bersungguh – sungguh menjadi seorang blogger, maka mulailah dari SEKARANG. Tetapkan diri mau menulis blog dengan niche yang mana? Jangan terlambat seperti saya. Saya dulu menulis di blog sekitar tahun 2009, ya asal menulis saja. Asal RAJIN MENULIS. Namun setelah beberapa tahun terakhir saya merasa risih dengan tulisan – tulisan saya yang kurang terorganisir. Ya, karena bahasannya banyak curhat, gado – gado, dan judul kurang masuk ke SEO. Hihi… Maklum, karena beneran ga tahu yang namanya SEO sejak dulu. Baru melek SEO itu setelah tahun 2015 saat menjadi seorang freelancer writer. OMG >.<

Selain menetapkan niche yang teman – teman inginkan, carilah ide di manapun untuk bisa menjadi sumber inspirasi tulisan kalian. E tapi, mungkin kalau teman – teman masih bingung niche yang mana, dan memang belum terbiasa menulis, saran saya usahakan belajar untuk konsisten menulis terlebih dahulu. Baru tentukan niche yang ingin dipilih.

Saya rasa untuk bahasan menjadi blogger pemula akan saya pisah ke dalam tulisan tersendiri ya biar lebih gamblang. Nanti saya cantumkan tautannya di sini.

Ok, terima kasih yang sudah membaca sampai akhir. Begitulah awal mula saya mulai menetapkan diri sebagai seorang blogger. Semoga menginspirasi.

And the last dari saya,

“Apapun yang ingin kalian lakukan, dalamilah hingga menjadi skill. Sampai kalian menemukan ‘Aha!’, lalu kalian tetap bertahan di sana. Lakukan terus – menerus hingga bisa menjadi kompetensi yang mumpuni. Sehingga kalian bisa menyebut diri kalian sebagai apa yang kalian dalami.”
Siti Nur Alfath, 2020
Tweet

Posted on Leave a comment

Perbedaan PCO dan PCOS pada Perempuan

PCOS Featured Image

Halo teman – teman semua. Masih penasaran dengan yang namanya PCO dan PCOS? Mari kita bahas.

PCO adalah Polycystics Ovaries. Dimana sel telur yang harusnya berkembang secara periodik dalam jumlah kecil, justru berkembang secara bersamaan dalam jumlah banyak dan berkumpul mengelilingi ovarium. Biasanya kondisi ini dapat terlihat pada pemeriksaan ultrasonography (USG).

Sedangkan PCOS adalah Polycystic Ovarian Syndrome merupakan kondisi yang lebih khusus dimana terdapat himpunan gejala yang muncul secara serentak. Seperti muncul banyak jerawat, banyak rambut, hormon adrenalin yang tinggi, haid tidak teratur, resistansi insulin dan sebagainya. PCOS ini dapat didiagnosa dengan ataupun tanpa adanya PCO.

Sumber: https://www.uears.net/blog/wp-content/uploads/2019/11/polycystic_ovary_syndrome_PCOS56801820_M.jpg

Dari beberapa sumber yang saya baca, sangat dimungkinkan ada orang yang mempunyai PCO tanpa PCOS, ada juga yang mempunya PCOS tanpa PCO, dan yang mempunyai keduanya. Jadi antara satu orang dengan orang lain tidaklah sama.

PCO tanpa PCOS

Perempuan ini mempunyai PCO dimana ketika telah dilakukan USG pada bagian ovarium, maka akan tampak banyak sel telur yang berkembang dan posisinya menutupi permukaan ovarium. Bisa dibayangkan seperti buah anggur.

Namun, perempuan tersebut tidak mempunyai gejala lainnya seperti pertumbuhan rambut di mana – mana, jerawat yang parah, dan lain sebagainya.

PCOS tanpa PCO

Dalam kasus ini, seorang perempuan mempunyai banyak gejala yang muncul secara bersamaan. Misalnya mempunyai siklus haid yang tidak teratur, muncul jerawat di mana – mana, pertumbuhan rambut seperti laki – laki dan resistansi insulin. Tanda lainnya juga ada yang menyebutkan terlalu over weight/ kegemukan. Tapi, menurut saya tidak mesti yang kegemukan mempunyai kasus PCOS.

Ketika dilakukan tes USG, pada ovariumnya tidak menampakkan banyaknya folikel (sel telur yang berkembang) yang berada pada permukaan ovarium.

Punya Keduanya?

Kalau yang ini merupakan versi lengkap. Dimana perempuan yang mempunyai PCO dan PCOS memunculkan berbagai macam gejala serta mempunyai hasil USG yang menggambarkan penampakan ovarium seperti buah anggur.

Untuk gejala atau symptom pada PCOS juga bermacam – macam. Tiap penderitanya mempunyai ciri masing – masing. Jadi, tidak bisa disamakan antara perempuan PCOS satu dengan yang lainnya. Bisa jadi yang tubuh kurus seperti saya juga mempunyai PCOS. Dan itu benar.

Pengalaman Saya

USG

Pada tahun 2014, saya terdeteksi PCO dan PCOS. Saya melakukan tes USG di salah satu dokter Sp.OG. Dari hasil USG terlihat bahwa di ovarium kanan dan kiri saya tampak seperti buah anggur (Maaf, saya kehilangan foto hasil USG, jadi tidak bisa menampilkan di sini). Teman – teman bisa search pada sumber lainnya di sini. Tes USG tersebut saya lakukan pada waktu menstruasi, tepatnya saya lupa, mungkin sekitar hari ke-3.

Gejala yang Muncul

Selain itu, saya juga ditanya banyak hal oleh dokter tersebut. Saya menjelaskan bahwa saya mengalami berbagai macam gejala seperti jerawat yang cukup banyak, suka makanan manis, siklus haid teratur namun lama haid melebihi normal.

Untuk jerawat seringkali muncul pada bagian muka, punggung bahkan kepala. Khusus yang di muka, secara periodik jerawat tersebut muncul, membesar, matang, dan pecah. Alhamdulillah kalau pertumbuhan rambut masih tergolong wajar. Walaupun di bagian dagu saya agak kasar, sepertinya kalau dikerik pakai pemotong rambut bisa tumbuh bulu – bulu.. oh No! >.<

Suka makanan manis? Ini mungkin bisa menjadi indikasi ke arah gula darah tinggi, yang bisa memacu insulin lebih tinggi. Namun saat itu saya tidak langsung cek kadar gula darah. Tapi pas di kesempatan lain saya cek masih dalam batas normal. Selanjutnya, untuk siklus haid saya +/- 28 hari, namun mempunyai lama hari yang panjang. Biasanya 9 hari berhenti, dan berlanjut lagi pada hari ke 11 atau 12 sampai 16 hari. Begitu terus setiap bulannya.

Jadi untuk PCO jelas telihat dari hasil USG, sedangkan PCOS dapat dilihat dari berbagai gejala yang muncul. Perlu teman – teman ingat lagi bahwa gejala ini sangat berbeda antara satu orang seperti saya yang kurus dengan orang lainnya. Bukan untuk body shamming ya, hehe.

Nah, dari penjelasan di atas apakah teman – teman sudah paham? InsyaAllah, untuk kedepannya saya akan menuliskan tentang bagaimana treatment untuk bisa lebih sehat walaupun mempunyai PCO ataupun PCOS. Teman – teman bisa melihat di project tulisan “PCOS Fighter“. Terima kasih.

(Sumber bisa dibaca di sini dan ini)