Posted on Leave a comment

Perbedaan PCO dan PCOS pada Perempuan

PCOS Featured Image

Halo teman – teman semua. Masih penasaran dengan yang namanya PCO dan PCOS? Mari kita bahas.

PCO adalah Polycystics Ovaries. Dimana sel telur yang harusnya berkembang secara periodik dalam jumlah kecil, justru berkembang secara bersamaan dalam jumlah banyak dan berkumpul mengelilingi ovarium. Biasanya kondisi ini dapat terlihat pada pemeriksaan ultrasonography (USG).

Sedangkan PCOS adalah Polycystic Ovarian Syndrome merupakan kondisi yang lebih khusus dimana terdapat himpunan gejala yang muncul secara serentak. Seperti muncul banyak jerawat, banyak rambut, hormon adrenalin yang tinggi, haid tidak teratur, resistansi insulin dan sebagainya. PCOS ini dapat didiagnosa dengan ataupun tanpa adanya PCO.

Sumber: https://www.uears.net/blog/wp-content/uploads/2019/11/polycystic_ovary_syndrome_PCOS56801820_M.jpg

Dari beberapa sumber yang saya baca, sangat dimungkinkan ada orang yang mempunyai PCO tanpa PCOS, ada juga yang mempunya PCOS tanpa PCO, dan yang mempunyai keduanya. Jadi antara satu orang dengan orang lain tidaklah sama.

PCO tanpa PCOS

Perempuan ini mempunyai PCO dimana ketika telah dilakukan USG pada bagian ovarium, maka akan tampak banyak sel telur yang berkembang dan posisinya menutupi permukaan ovarium. Bisa dibayangkan seperti buah anggur.

Namun, perempuan tersebut tidak mempunyai gejala lainnya seperti pertumbuhan rambut di mana – mana, jerawat yang parah, dan lain sebagainya.

PCOS tanpa PCO

Dalam kasus ini, seorang perempuan mempunyai banyak gejala yang muncul secara bersamaan. Misalnya mempunyai siklus haid yang tidak teratur, muncul jerawat di mana – mana, pertumbuhan rambut seperti laki – laki dan resistansi insulin. Tanda lainnya juga ada yang menyebutkan terlalu over weight/ kegemukan. Tapi, menurut saya tidak mesti yang kegemukan mempunyai kasus PCOS.

Ketika dilakukan tes USG, pada ovariumnya tidak menampakkan banyaknya folikel (sel telur yang berkembang) yang berada pada permukaan ovarium.

Punya Keduanya?

Kalau yang ini merupakan versi lengkap. Dimana perempuan yang mempunyai PCO dan PCOS memunculkan berbagai macam gejala serta mempunyai hasil USG yang menggambarkan penampakan ovarium seperti buah anggur.

Untuk gejala atau symptom pada PCOS juga bermacam – macam. Tiap penderitanya mempunyai ciri masing – masing. Jadi, tidak bisa disamakan antara perempuan PCOS satu dengan yang lainnya. Bisa jadi yang tubuh kurus seperti saya juga mempunyai PCOS. Dan itu benar.

Pengalaman Saya

USG

Pada tahun 2014, saya terdeteksi PCO dan PCOS. Saya melakukan tes USG di salah satu dokter Sp.OG. Dari hasil USG terlihat bahwa di ovarium kanan dan kiri saya tampak seperti buah anggur (Maaf, saya kehilangan foto hasil USG, jadi tidak bisa menampilkan di sini). Teman – teman bisa search pada sumber lainnya di sini. Tes USG tersebut saya lakukan pada waktu menstruasi, tepatnya saya lupa, mungkin sekitar hari ke-3.

Gejala yang Muncul

Selain itu, saya juga ditanya banyak hal oleh dokter tersebut. Saya menjelaskan bahwa saya mengalami berbagai macam gejala seperti jerawat yang cukup banyak, suka makanan manis, siklus haid teratur namun lama haid melebihi normal.

Untuk jerawat seringkali muncul pada bagian muka, punggung bahkan kepala. Khusus yang di muka, secara periodik jerawat tersebut muncul, membesar, matang, dan pecah. Alhamdulillah kalau pertumbuhan rambut masih tergolong wajar. Walaupun di bagian dagu saya agak kasar, sepertinya kalau dikerik pakai pemotong rambut bisa tumbuh bulu – bulu.. oh No! >.<

Suka makanan manis? Ini mungkin bisa menjadi indikasi ke arah gula darah tinggi, yang bisa memacu insulin lebih tinggi. Namun saat itu saya tidak langsung cek kadar gula darah. Tapi pas di kesempatan lain saya cek masih dalam batas normal. Selanjutnya, untuk siklus haid saya +/- 28 hari, namun mempunyai lama hari yang panjang. Biasanya 9 hari berhenti, dan berlanjut lagi pada hari ke 11 atau 12 sampai 16 hari. Begitu terus setiap bulannya.

Jadi untuk PCO jelas telihat dari hasil USG, sedangkan PCOS dapat dilihat dari berbagai gejala yang muncul. Perlu teman – teman ingat lagi bahwa gejala ini sangat berbeda antara satu orang seperti saya yang kurus dengan orang lainnya. Bukan untuk body shamming ya, hehe.

Nah, dari penjelasan di atas apakah teman – teman sudah paham? InsyaAllah, untuk kedepannya saya akan menuliskan tentang bagaimana treatment untuk bisa lebih sehat walaupun mempunyai PCO ataupun PCOS. Teman – teman bisa melihat di project tulisan “PCOS Fighter“. Terima kasih.

(Sumber bisa dibaca di sini dan ini)

(Visited 36 times, 1 visits today)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *